pada pergerakan waktu,
sesuatu akhirnya ber tik-tak padaku.
pada lewat paruh waktu terakhir,
aku menunggunya di tanah bersejarah: magelhan!
Pasai!
pada hadirmu akan aku ceritakan semua yang aku tahu
dan aku berikan semua yang aku mampu.
yogya, karangasem 6 mei 2009
Wednesday, May 06, 2009
Thursday, January 31, 2008
| suara-suara ritmis |
adakah yang kau genggam?
erat dan tidak akan pernah kau lepaskan?
bahkan dalam tidurmu masih kaugenggam?
aku akan tersenyum pada malam-malamku
ketika aku masih terjaga
mengambil dari genggaman tidurmu
dan memulai menabuh irama
seperti irama gerimis pada genangan
July 20, 2005
erat dan tidak akan pernah kau lepaskan?
bahkan dalam tidurmu masih kaugenggam?
aku akan tersenyum pada malam-malamku
ketika aku masih terjaga
mengambil dari genggaman tidurmu
dan memulai menabuh irama
seperti irama gerimis pada genangan
July 20, 2005
| ada yang tidak disampaikan |
ada yang tidak disampaikan oleh angin
yg berhembus ke sana ke mari, lupa tugasnya:
membawa kabar
July 20, 2005
yg berhembus ke sana ke mari, lupa tugasnya:
membawa kabar
July 20, 2005
Thursday, April 05, 2007
larut
sore sudah terlalu tua
ketika hujan mulai turun
dan kita mulai bertukar cerita
cekakak-cekikik di lantai balkon
suatu ketika
salah satu dari kita menyingkirkan gelas-gelas teh ke atas tembok
ketika mereka menjadi mengganggu suasana
baru ketika hujan reda
tersadar kita
bahwa kita telah terlanjur bercinta
yogya sore
ketika hujan mulai turun
dan kita mulai bertukar cerita
cekakak-cekikik di lantai balkon
suatu ketika
salah satu dari kita menyingkirkan gelas-gelas teh ke atas tembok
ketika mereka menjadi mengganggu suasana
baru ketika hujan reda
tersadar kita
bahwa kita telah terlanjur bercinta
yogya sore
Saturday, May 06, 2006
Tuesday, March 07, 2006
sepertinya bukan
oke...
gantungkanlah logika--kebenaran manusia
pada silir-silir angin yang berhembus
karena sebenar apapun,
diyakini sekuat apapun,
semua tentang itu adalah seumur jagung!
aku ingin melukis
tentang sesuatu yang abadi
…dan dengarkanlah tarianku
dulu...
dulu sekali
sebelum aku diturunkan ke dunia de-
ngan langit yang biru ini
seseorang pernah berjanji denganku,
bahwa kami akan saling mencari
dan dia bahkan berjanji bahwa
walau bagaimanapun kami pasti a-
kan bertemu
(karena dia tahu benar bahwa aku bi-
asanya malu)
untuk kemudian berbicara, apakah de-
ngan semua keadaan di dunia yang ter-
nyata langitnya berwarna biru ini kita
mau menepati janji yang tidak bisa
begitu saja kita ingat!
dalam semua yang kamu rasakan,
dalam semua yang kamu kenangkan,
dengan sekujur tubuhmu
dan dengan semua keakuanmu
hanya dalam kemenungguan kah nyanyian hatimu?
Karangwuni, 28 januari ‘05
gantungkanlah logika--kebenaran manusia
pada silir-silir angin yang berhembus
karena sebenar apapun,
diyakini sekuat apapun,
semua tentang itu adalah seumur jagung!
aku ingin melukis
tentang sesuatu yang abadi
…dan dengarkanlah tarianku
dulu...
dulu sekali
sebelum aku diturunkan ke dunia de-
ngan langit yang biru ini
seseorang pernah berjanji denganku,
bahwa kami akan saling mencari
dan dia bahkan berjanji bahwa
walau bagaimanapun kami pasti a-
kan bertemu
(karena dia tahu benar bahwa aku bi-
asanya malu)
untuk kemudian berbicara, apakah de-
ngan semua keadaan di dunia yang ter-
nyata langitnya berwarna biru ini kita
mau menepati janji yang tidak bisa
begitu saja kita ingat!
dalam semua yang kamu rasakan,
dalam semua yang kamu kenangkan,
dengan sekujur tubuhmu
dan dengan semua keakuanmu
hanya dalam kemenungguan kah nyanyian hatimu?
Karangwuni, 28 januari ‘05
Tuesday, December 27, 2005
i am gravitated
Menahan aku di sini gejolak melagu dayung debar
Dalam periuk hati menyanyi pergi
Diam berhembus angin berhenti
Jangkrik-jangkrik labuh mengerik nyanyian cinta basah gerimis yang sejak reda
Tokek berkotek tawa pada sang pembawa kabar menyublim
Kepergian tubuh hiruk dalam pundak berbeban
Kosong teraniaya rindu
Pekalongan, 26 des ‘05
Dalam periuk hati menyanyi pergi
Diam berhembus angin berhenti
Jangkrik-jangkrik labuh mengerik nyanyian cinta basah gerimis yang sejak reda
Tokek berkotek tawa pada sang pembawa kabar menyublim
Kepergian tubuh hiruk dalam pundak berbeban
Kosong teraniaya rindu
Pekalongan, 26 des ‘05
Sunday, December 18, 2005
pada mu
rinduku seperti lagu dalam senandung malam
tidak bisa dilihat
rinduku seperti biru pada warna langit,
tidak bisa didengar
meski mengalir terus seperti muara bengawan solo pada laut jawa
bersambut ritmis ombak nan tanpa padam
tidak bisa dilihat
rinduku seperti biru pada warna langit,
tidak bisa didengar
meski mengalir terus seperti muara bengawan solo pada laut jawa
bersambut ritmis ombak nan tanpa padam
Friday, October 07, 2005
salam yang kutitipkan
kepada angin telah kutitipkan salam
apakah sampai?
jika tidak,
datangilah malam
dan tengadahlah ke langit
apakah kita sedang beradu pandang?
jokja 6 okt '05
apakah sampai?
jika tidak,
datangilah malam
dan tengadahlah ke langit
apakah kita sedang beradu pandang?
jokja 6 okt '05
kebersamaan kita
kebersamaan kita adalah
menabuh peluh
mengalun lenguh
menuai letih, seduh
dalam irama lagu tikus di musim labuh,
musim kawin
yogya, 26 sept '05
menabuh peluh
mengalun lenguh
menuai letih, seduh
dalam irama lagu tikus di musim labuh,
musim kawin
yogya, 26 sept '05
Sunday, September 25, 2005
takdir
kelahiranku membawa takdir kematianku
kesendirianku membawa takdir pertemuan kita
pada kesadaran itu
jarak adalah tidak ada
jokja, 26 sept 'o5
kesendirianku membawa takdir pertemuan kita
pada kesadaran itu
jarak adalah tidak ada
jokja, 26 sept 'o5
Friday, September 02, 2005
kutatap bunga lekat-lekat
kutatap bunga lekat-lekat
dia tak lagi kuncup
termangu menunggu kecup
meski belum tercium harum
kutatap bunga lekat-lekat
ingin aku memetiknya
tapi tak ingin aku layunya
diam aku seribu basa
kutatap bunga lekat-lekat
indah warna cantik menggoda
melambai terpasung ditangkainya
siang malam tak hendak ke mana
jokja 1 sept '05
dia tak lagi kuncup
termangu menunggu kecup
meski belum tercium harum
kutatap bunga lekat-lekat
ingin aku memetiknya
tapi tak ingin aku layunya
diam aku seribu basa
kutatap bunga lekat-lekat
indah warna cantik menggoda
melambai terpasung ditangkainya
siang malam tak hendak ke mana
jokja 1 sept '05
Thursday, August 25, 2005
kepada bulan yang mengingatkanmu padaku
:)
eh eh eh..
masih ada jeda dalam waktumu kau lihat bulan :o
masih ada jeda dalam sibukmu kau ingat aku :o
sekarang di sini aku,
terpenjara...
jokja 25 agustus '05
eh eh eh..
masih ada jeda dalam waktumu kau lihat bulan :o
masih ada jeda dalam sibukmu kau ingat aku :o
sekarang di sini aku,
terpenjara...
jokja 25 agustus '05
Tuesday, August 09, 2005
cinta
beradu pandang
dan kemudian
beradu hati
dan kemudian
deradu badan
jokja 9 agt '05
dan kemudian
beradu hati
dan kemudian
deradu badan
jokja 9 agt '05
Monday, August 08, 2005
kedungsambi, 4 agst '05
di sini belum banyak lampu
tapi itulah yang menjernihkan langit
hingga bisa kulihat
susu yang ditumpahkan Hera belum kering
blora, 4 agt '05
tapi itulah yang menjernihkan langit
hingga bisa kulihat
blora, 4 agt '05
Monday, August 01, 2005
bukan karena ingkar
ini bukan cerita tentang kecemburuanku
tapi ini cerita tentang keyakinanku
bahwa kita ada untuk berjangkep
antara aku yang dituduh kafir
dan kamu yang kuat hati soleh fikir
dalam perbedaan suhu
angin berhembus
dalam perbedaan tinggi
sungai mengalir
begitulah terhadap aku
kamu berlalu
sendiri di sini dironta rindu
termangu kering nan mendayu
rindu di hati tak hendak layu
pekik panggilku bagai angin lalu
meski sudah
ku belakan aku mengaku Allah
karena dalam syahadatmu kamu hanya memanggil-manggil dia
yogya, 1 agustus 2005
tapi ini cerita tentang keyakinanku
bahwa kita ada untuk berjangkep
antara aku yang dituduh kafir
dan kamu yang kuat hati soleh fikir
dalam perbedaan suhu
angin berhembus
dalam perbedaan tinggi
sungai mengalir
begitulah terhadap aku
kamu berlalu
sendiri di sini dironta rindu
termangu kering nan mendayu
rindu di hati tak hendak layu
pekik panggilku bagai angin lalu
meski sudah
ku belakan aku mengaku Allah
karena dalam syahadatmu kamu hanya memanggil-manggil dia
yogya, 1 agustus 2005
Friday, July 29, 2005
kangenku?
sejauh rindu, sedekat sentuhan
yk, 7 april '05
yk, 7 april '05
...
lupa tuhan
palu hantu
luap hutan
pula tahun
7 april '05
palu hantu
luap hutan
pula tahun
7 april '05
Sunday, June 19, 2005
takdir
sebagaimana api itu membakar
dan air itu membasahi
itulah takdir
mengenai siapa yang menyalakan api dan apa yang terbakar, itu adalah sebuah upaya.
dan semua tetep harus ada upayanya, supaya sesuatu bisa terbakar atau tidak terbakar, kita harus mengupayakannya.
supaya sesuatu basah atau terjaga kering, kita harus mengupayakannya.
takdir tidak pernah mempermainkan. dia suatu yang pasti.
yang menjadikannya seolah2 mempermainkan adalah ketidak pahaman manusia atas sesuatu, atau kemalasan manusia untuk mewujudkan sesuatu.
juga ketidak terimaan manusia untuk mengakui apa itu 'keterbatasan'
takdir bukanlah jalan pintas antara ketidak pahaman manusia dengan kenyataan.
takdir bukanlah jalan pintas antara keterbatasan manusia dengan kenyataan.
takdir bukanlah jalan pintas antara harapan manusia dengan kenyataan.
takdir adalah sesuatu yang mengawali proses.
kalo kamu begini akan begini, kalo kamu begitu akan begitu--dalam 1001 pilihan.
ketika Jendral Sudirman pada akhirnya menjadi pahlawan kemerdekaan, itu bukanlah takdir. tapi itu diawali dengan keputusan dia untuk dengan segala keterbatasan dia, dia mau membantu merebut kemerdekaan.
hasilnya tentu akan sama sekai lain bila sejak awal dia hanya menyerahkan pada takdir, "suk nek tibo dinone merdiko lak yo merdiko".
dan dia hanya duduk di rumah...
jadi adakah yg akan kita rangkai?
(dalam proses daun yg hijau akan menguning dan kering...)
jokja 19 juni '05
dan air itu membasahi
itulah takdir
mengenai siapa yang menyalakan api dan apa yang terbakar, itu adalah sebuah upaya.
dan semua tetep harus ada upayanya, supaya sesuatu bisa terbakar atau tidak terbakar, kita harus mengupayakannya.
supaya sesuatu basah atau terjaga kering, kita harus mengupayakannya.
takdir tidak pernah mempermainkan. dia suatu yang pasti.
yang menjadikannya seolah2 mempermainkan adalah ketidak pahaman manusia atas sesuatu, atau kemalasan manusia untuk mewujudkan sesuatu.
juga ketidak terimaan manusia untuk mengakui apa itu 'keterbatasan'
takdir bukanlah jalan pintas antara ketidak pahaman manusia dengan kenyataan.
takdir bukanlah jalan pintas antara keterbatasan manusia dengan kenyataan.
takdir bukanlah jalan pintas antara harapan manusia dengan kenyataan.
takdir adalah sesuatu yang mengawali proses.
kalo kamu begini akan begini, kalo kamu begitu akan begitu--dalam 1001 pilihan.
ketika Jendral Sudirman pada akhirnya menjadi pahlawan kemerdekaan, itu bukanlah takdir. tapi itu diawali dengan keputusan dia untuk dengan segala keterbatasan dia, dia mau membantu merebut kemerdekaan.
hasilnya tentu akan sama sekai lain bila sejak awal dia hanya menyerahkan pada takdir, "suk nek tibo dinone merdiko lak yo merdiko".
dan dia hanya duduk di rumah...
jadi adakah yg akan kita rangkai?
(dalam proses daun yg hijau akan menguning dan kering...)
jokja 19 juni '05
Wednesday, June 15, 2005
dry like sahara
tidakkah kau sadari
jarak yang telah kau rentangkan di antara kita
yang seharusnya satu lagu dalam kidung rindu merindu?
telah bagai tongkat nabi musa!
pamrih apa lagi yang masih tersisa
untukku menari untukmu
sedang imajiku telah
mengering bagai sahara!!
rebo 15 juni 05, di kedinginan malam yg kering di jokjaku
jarak yang telah kau rentangkan di antara kita
yang seharusnya satu lagu dalam kidung rindu merindu?
telah bagai tongkat nabi musa!
pamrih apa lagi yang masih tersisa
untukku menari untukmu
sedang imajiku telah
mengering bagai sahara!!
rebo 15 juni 05, di kedinginan malam yg kering di jokjaku
Subscribe to:
Posts (Atom)